Manajemen Keselamatan Transportasi

Hasil gambar untuk jalan tol  
Source: (ANTARA FOTO/ Ardiansyah)

Keselamatan adalah keadaan dimana bebas dari segala resiko celaka. sedangkan transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tepat lain menggunakan alat yang disebut kendaraan yang digerakkan dengan bantuan energi.

Jika kita ingin menyusun program keselamatan yang pertama dilakukan adalah mengenali bahaya dan resiko yang ada. Bahaya adalah keadaan yang memiliki potensi mengakibatkan cedera pada manusia atau kerusakan harta benda maupun lingkungkan. Sedangkan resiko adalah kemungkinan potensi terjadinya sesuatu yang menimbulkan kerugian. Contoh ketika sesorang ingin melepas steker. maka resikonya adalah tersengat listrik, otot tangan/ punggung tercetit, dsb.

Selanjutnya adalah mencatat dan melaporkan segala bentuk resiko dan bahaya secara detail agar dapat dibuatkan tindakan mitigasi (upaya mengurangi resiko). Semua aktivitas memiliki resiko namun memiliki kuantitas dan level yang berbeda-beda. Jika angka kecelakaan di suatu wilayah tinggi, maka yang menjadi indikator keberhasilan program keselamatan adalah bukan menurunnya angka kecelakaan, melainkan angka resikonya.

Keselamatan transportasi berdasarkan aspek teknologi:

1. Desain
desain adalah hasil ide atau pemikiran perancang yang dilakukan dengan melihat berbagai aspek yang menjadi satu kesatuan dalam pembuatan objek, sistem, komponen, maupun struktur. sebagai contoh sebuah mobil LMVP (Low Multi Purpose Vehicle) dirancang untuk kapasitas maksimal tujuh orang penumpang. Tetapi jika dimuat delapan orang atau lebih pun mobil masih mampu melaju namun akan menambah beban kerja mesin dan komponen kendaraan yang berakibat menurunnya umur pakai kendaraan dan juga meningkatkan angka resiko kecelakaan.

2. Pemeliharaan
pemeliharaan merupakan suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga atau memperbaiki kondisi suatu barang sampai pada kondisi yang bisa diterima. jika kondisi kendaraan dirawat dengan baik maka umur pakainya dapat mencapai angka maksimal dan dapat meminimalisasi angka resiko kecelakaan akibat kondisi kendaraan yang kurang baik.

3. Testing
merupakan kegiatan evaluasi hasil rancangan sebelum dimplementasikan. testing berguna untuk mengenali bahaya dan resiko yang berpotensi muncul dan mengakibatkan kecelakaan.
contoh: sebelum dioperasikan, kereta berbasis rel (LRT, MRT) dilakukan serangkaian tes seperti uji tes dinamis, tes kecepatan, tes kinerja traksi, dan uji publik. Serangkaian tes tersebut dilakukan guna memastikan kondisi kereta dan infrastruktur pendukung dalam kondisi aman dan laik operasi.

Standarisasi jalan darat ber keselamatan:

1. Forgiving Road
seluruh pengguna harus saling memahami, respek, dan saling memaafkan pengguna lain.

2. Explaining Road
tiap jalan harus dapat memberikan kejelasan informasi kepada pengemudi yang akan melintasi jalur tersebut. dapat berupa batas kecepatan, tanjakan atau turunan, ada perlintasan KA sebidang, dll.
Gunanya agar pengemudi dapat mempersiapkan apa yang harus dilakukan sebelum melintasi jalur tersebut.

3. Regulation
Regulasi berada dalam kelola pemerintah. apakah kondisi jalan sudah layak dilalui pengguna. lalu kendaraan jenis apa yang boleh dan tidak melewati jalan tersebut, dsb.
saat ini pemerintah sudah memiliki aturan mengenai tanjakan seperti berapa panjang tanjakan dan sudut kemiringan agar kendaraan dapat melaluinya, namun belum ada aturan mengenai
turunan sehingga angka kecelakaan masih didominasi oleh kondisi tak aman saat melalui turunan.

Kunci dari keselamatan:
1. Kompetensi
memastikan SDM memiiki kompetensi dibidangnya

2. Disiplin
mematuhi segala SOP atau peraturan agar terhindar dari bahaya dan resiko

3. Kejujuran
berlaku jujur dan kooperatif bila dimintai keterangan

_Sekian_

Review Seminar di Universitas Mercu Buana Kranggan. Sabtu, 28 Desember 2019
Pemateri: Bpk. Achmad Wildan, pimpinan investigasi KNKT

Comments